April 2012
50 posts
I’m sorry may be I can’t be the person you wanted to live with…
believe me, I have tried my best..
Mungkin sekarang memang bukan saatnya lagi saya mengumbar kata-kata mesra yang saya fikir bisa buat kamu bahagia, karena pada kenyataannya mungkin bukan itu yang kamu butuhkan sebagai prioritas utama.
Saya juga akan mencoba berhenti keluarkan keluhan-keluhan dan sikap manja, karena saya tau mungkin sekarang kamu bisa saja menganggapnya sebagai gangguan belaka.
Saya hanya akan memberi yang...
Bahagia itu sederhana, cukup dengan memaksa dirimu untuk berhenti merasa kecewa.
Dahulu terasa indah Tak ingin lupakan Bermesraan s’lalu jadi satu Kenangan manis
Tiada yang salah Hanya aku manusia bodoh Yang biarkan semua ini permainkanku Berulang ulang ulang kali
Mencoba bertahan sekuat hati Layaknya karang yang Dihempas sang ombak Jalani hidup dalam buai belaka Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu Buatku putus asa Kadang akal sehat ini Belum cukup...
galau time..
Aku tak akan bilang aku mencintaimu sepenuh hati, karena sampai saat ini aku pun tak tau seberapa banyak hatiku bisa menampung rasa cinta yang kurasai.
Aku pun tak bisa berkata aku menyayangimu sepenuh jiwa, karena aku pun belum tentu bisa legawa saat kamu berlaku tak setia.
Semua yang ada di dunia adalah sementara, begitu pun dengan rasa yang aku punya. Aku tak bisa menjanjikan bahwa cinta akan...
Tuhan, aku titipkan hatiku pada-Mu, sambil aku mengejar mimpiku. Ku tahu aku...
– (via kuntawiaji)
Dan pada akhirnya kita dipertemukan lagi dalam satu debar, sempat terluka dan mulai berhenti berpijar namun akhirnya dengan satu kenyataan luka yang tergurat perlahan pudar. Rasa rindu yang tergambar, semoga selamanya kamu bisa cintaiku dalam sadar…
Menjadi biasa, itu perjuangan luar biasa. Aku terbiasa bersamamu kini jadi tiada...
– Revisi dari tulisan asilnya MoammarEmka
Saya perlahan berusaha keluar dari zona nyaman yang awalnya saya punya, bukan, sebenarnya hal ini bukan keputusan yang saya ambil dengan fikiran untuk maju dan bertambah dewasa, semuanya terjadi karena hanya ini pilihan yang tersedia.
Awalnya sulit, saya kepayahan untuk berjalan diluar kebiasaan. Saya kesulitan berjalan tanpa arahan, tanpa teman. Saya pernah merasa sangat kesepian, tapi disaat...
1 tag
Pada akhirnya semua akan kembali pada penerimaan, pemakluman bahwa hidup telah menggiring kita pada satu persimpangan, yang membuat kita memilih untuk tidak berjalan lagi bersamaan. Tapi sekalipun akhirnya jalan kita berlainan bukan berarti kita akan saling melupakan dan kehilangan kepedulian, ini hanyalah keputusan yang harus diambil ketika kebersamaan sudah tidak lagi menawarkan kenyamanan, ini...
1 tag
Pada akhirnya masih akan ada sejumput aku yang bertengger tak mau pergi dari perbatasan usai dan tidak usai.
Bagian diriku yang merasa paling bertanggung jawab atas semua yang sudah kita bayarkan bersama demi mengalami perjalanan hati yang sedahsyat itu.
Diriku yang mini, tapi keras kepala, memilih untuk tidak ikut pergi bersama yang lain, menetap untuk terus menemani sejarah.
Dan karena waktu...
March 2012
53 posts
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag
Ini bukan masalah hati yang dikecewakan,
bukan pula mengenai luka yang terasa...
1 tag